Jumat, 20 Mei 2011

Sejarah Islam di Belanda

Perkembangan Agama Islam Di Belanda

Ditengah kincir angin yang menjadi mascot negeri Belanda terdapat sekitar 200 masjid dan pemandangan wanita memakai di jilbab di berbagai kota besar di negara ini, bukanlah hal yang aneh. Dari 15,6 juta  penduduk Belanda, sekitar sejutaan diantaranya adalah muslim atau 4 persen dari seluruh penduduk. Dan Sejarah umat muslim di belanda bisa diurut dari tahun 1960an, saat mana pemerintah Belanda mendatangkan tenaga asing, kebanyakan dari kawasan mediterian karena kekurangan tenaga kerja . Imigran Turki dan Maroko kemudian adalah pembawa syiar Islam di Belanda. Direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden, Dr. Nico JG Kaptein menjelaskan, muslim di Belanda jumlahnya sekitar satu juta orang. Kebanyakan mereka adalah keturunan imigran. Kaum muslim yang terbesar disana adalah keturunan Turki kemudian diikuti oleh Maroko kemudian Tunisia, Aljazair dan Suriname. Mereka ini adalah keturunan para pekerja migran pada tahun 1960an., jadi kebanyakan mereka dan keturunan mereka adalah warga negara Belanda. Tentu saja ada orang Belanda asli yang memeluk Islam tetapi kebanyakannya pindah agama karena alasan pernikahan. Tetapi jumlahnya sangat kecil.
ebenarnya sebelum pemerintah Belanda mendatangkan kaum imigran asing, telah juga bermukim sekelompok muslim asal Indonesia. Tentunya anda maklum, ada banyak orang Maluku di Belanda yang dahulunya kebanyakannya adalah  anggota RMS. Kebanyakan mereka beragama Kristen, meskipun sebagian kecilnya juga beragama Islam. Keturunan mereka juga sudah berwarga negara Belanda. Tidak ada data yang pasti  berapa jumlah muslim asal Indonesia di negeri Belanda. Namun Direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden, Dr. Nico JG Kaptein, mengatakan, Moslem asal Indonesia punya masjid sendiri dan mendirikan organisasi muslim disana.
Orang keturunan Indonesia mempunyai beberapa masjid di Belanda. Salah satunya masjid Baiturahman di Reiderkereq. Mereka punya imam asal Indonesia dan melakukan berbagai kegiatan seperti pengajian  dalam bahasa Indonesia. Selain itu, mahasiswa Indonesia juga mendirikan Organisasi Mahasiswa Muslim Indonesia di kota Leiden dan Delf. Masyarakat Indonesia juga melakukan sholat di masjid  yang berada didalam kompleks kedutaan besar Indonesia di Den Haag. Masjid ini kerap juga dijadikan tempat resepsi perkawinan orang orang Indonesia. Selain migrant asal Turki, Maroko dan Indonesia yang menyebarkan Islam di Belanda terdapat juga muslim asal Bosnia, Iran, Afganistan, negara-negara bekas Uni Sovyet yang menjadi warga negara Belanda melalui proses suaka politik.
Sampai dengan saat ini  ada sekitar sejuta warga Muslim di Belanda yang meskipun minoritas dijamin hak haknya oleh pemerintah Belanda.  Adalah kebijakan pemerintah untuk tidak ikut campur dalam urusan agama dalam semua komunitas namun semua etnis yang ada diintegrasikan berbagai aturan negara yang menegaskan persamaan hak dan melarang segala jenis diskriminasi. Karena itu, seluruh warga negara Belanda termasuk yang muslim mesti bersekolah. Dan sekolah Islam yang berjumlah sekitar 30 buah di Belanda, juga disubsidi oleh pemerintah, sebagaimana yang dikatakan direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden, Dr. Nico JG Kaptein.
Resminya, system pemerintahan Belanda adalah sekuler. Tetapi dalam kenyataannya ada banyak persinggungan antara tugas pemerintah dan lembaga keagamaan, contohnya  dalam bidang pendidikan khusus.yang berbasiskan agama. Kebanyakan lembaga pendidikan ini adalah milik organisasi Kristen. Tetapi belakangan ini, muncul juga sekolah sekolah Islam, kebanyakannya adalah SD dan SMP.  Dan sesuai undang undang dasar Belanda yang memegang prinsip kesetaraan, sekolah sekolah Islam ini juga dibiayai oleh kementerian pendidikan. Kebebasan memeluk agama masing masing di Belanda memberikan suasana yang kondusif bagi perkembangan Islam disana. Sebagai contoh, saat ini ada 200 mesjid diseluruh Belanda yang dibangun secara swadaya.  Wanita muslim bisa dengan bebas memakai jilbab meski di beberapa sekolah sekuler, mereka dianjurkan untuk tidak memakainya. Sementara hampir semua rumah sakit di Belanda menerima pasien yang ingin sunat. Sementara itu, rumah pemotongan hewan muslim saat ini dilaporkan berjumlah 500 buah. Menurut Dr. Nico JG Kaptein, pemerintah Belanda juga menempatkan petugas agama Islam beberapa instansi seperti di Militer.
Selain lembaga pendidikan Islam yang juga dibiayai oleh pemerintah,  ada juga struktur kelembagaan yang dibiayai pemerintah Belanda untuk melayani umat muslim disini. Contohnya, di penjara, dipekerjakan iman muslim. Di militer Belanda, ada juga imam khusus untuk mereka yang beragama Islam. Dari hari kehari, tuntutan umat muslim di Belanda diyakini akan meningkat dan adalah kewajiban pemerintah disana untuk menjaminnya. Sejak lama, pemerintah dan sector swasta memberlakukan jam kerja yang fleksibel bagi mereka yang sedang berpuasa. Bagaimana proses pengambilan keputusan itu diambil pemerintah ?.
Amanat konsitutusi Belanda menegaskan  kesetaraan tanpa memandang agama. Ini merupakan sikap dasar system social Belanda. Dan sikap ini akan terus dituangkan dalam kehidupan sehari hari manakala makin banyak umat muslim bermukim di Belanda. Tentu saja prosesnya memakan beberapa waktu.. Namun yang jelas, pemerintah Belanda berusaha mengakomodasi berbagai permintaan yang berasal dari kelompok muslim berdasarkan prinsip kesetaraan yang diamanatkan oleh undang undang dasar. Penjelasan direktur Pusat Kajian Islam Universitas Leiden, Dr. Nico JG Kaptein mengenai kehidupan umat Islam di Belanda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar